Minggu, 10 April 2011

Manfaatkan Waktu Luang Sebelum Masa Sempitmu

Manfaatkan Waktumu Sebelum Waktu Sempitmu
Berjuta kesempatan untuk melakukan kebaikan sesungguhnya berseliweran disekitar kita. Tetapi sering sekali kita dengan sengaja mengabaikannya.Maka akhirnya banyak sekali kesempatan untuk kita kita terbuang dengan sia-sia. Coba kita mulai aktivitas kita itu dari bangun tidur. Biasanya pagi saat bangun tidur itu kita tidak akan langsung bangun dan melakukan kegiatan seperti sholat, dan sebaginya, tetapi akan memilih untuk merenung dan melamun terlebih dahulu dengan alasan menyegarkan diri. Maka melamunlah kita menghayalkan berbagai hal. Disini sesungguhnya kita bisa memulai kesibukan kita dengan memikirkan berbagai rencana kita sehari ini diiringi dengan berdzikir dan berdoa. Tanpa kita sadari jika kita melakukannya ucap alhamdulillah saja dalam waktu 5 menit kita sudah akan bisa mendapat 100 an kali berikut rampungnya planning kegiatan kita dalam pikiran. Selesai itu, lalu kita bangun dan beribadah dan diteruskan dengan mandi, sarapan, dst. Lalu berangkatlah kita kekantor atau ketempat pekerjaan kita. Disini biasanya dalam perjalanan panjang kita, kita cenderung kembali akan bermain-main dengan angan-angan kita. Sayang sekali bukan jika waktu 30 menit atau 1 jam perjalanan kita hanya diisi dengan angan-angan kosong. Alangkah lebih baiknya jika waktu sebanyak itu kita isi lagi dengan dzikir dan mengingat-NYA. Saya rasa disini kita bisa mendapat 1000 an kalimat dzikir apapun itu atau jika kita baca suran al-ikhlas kita akan bisa menyelesaikan 30 an kali minimal. Juga selama perjalanan itu mungkin kita bisa membagi banyak senyum kepada teman perjalanan kita atau mengobrol yang baik dan bukan gunjingan. Misalnya kita bisa menyapa teman duduk di bis kota dengan pancingan pertanyaan alangkah sadisnya ryan ya, mudah-mudahan anak kita tidak seperti itu pak dll. Bukan kah senyum adalah ibadah, begitupun dengan sekata kebaikan atau pesan yang keluar dari lidah kita.

Sesampainya dikantor kita pun bekerja dengan terus saja bergelut dengan apapun pekerjaan kita sampai selesai. Disini pun dalam masa 8 jam pekerjaan kita disela sela kita melepas kejenuhan kita bisa juga mengisinya dengan dzikir kembali, lumayankan jika tarik napas 5 menit saja kita bisa dapat 10 sampai 50 an kalimat tasbih. Jangan lupa untuk selalu tersenyum ramah dan berbicara dengan santun kepada setiap orang yang kita temui , entah dikantor atau di jalan karena kita tidak tahu betapa kadang senyum kita bisa menyejukkan emosi orang lain yang mungkin sedang sangat sumpek. Senyum dan rileks juga sangat penting untuk menjaga agar otot dan otak kita tetap dalam posisi kendor. Tetapi ingat juga jangan senyum-senyum sendiri, entar dikira gak waras lagi.

Selesai kita dengan aktivitas kantor dan usai magrib biasanya kita cenderung akan melepaskan kepenatan kita bekerja dengan menonton televisi. Dari selesai magrib sampai kita hendak tidur jam 10 an malam kita akan menghabiskan waktu kita didepan televisi menyaksikan berita politik, gosip, sinetron sampai melihat film-film made in Bollywood atau Holywood. Sayang sekali jika waktu selama itu kita buang sia-sia didepan televisi. Sebenarnya alangkah baiknya jika waktu itu bisa kita manfaatkan dengan berdzikir atau membaca kitab suci kita . Ya baca dzikir 200 atau 300 kali lah atau baca ayat setengah sampai satu lembar lumayanlah. Dan begitupun ketika kita hendak tidur bisa kita isi terlebih dahulu dengan dzikir atau membaca bebarapa ayat.

Maka selesailah hari kita hari ini. Maka jika kita menengok kembali hari kita, ternyata kita sudah bisa menabung banyak kalimat dzikir atau ayat. Sehari dua hari memang sedikit tetapi jika yang sedikit itu kita kumpulkan beratus hari, beribu hari sesuai usia kita yang puluhan tahun maka jumlahnya akan sangat besar. Jumlah-jumlah yang tertera hanyalah perumpamaan untuk memudahkan kita membayangkan bukan berarti segala harus kita hitung laksana pedagang. Tetapi jika kita mau memikirkan lagi bukankah setiap detail perbuatan kita ada yang mencatatnya dengan teliti tanpa ada satu pun yang terlewatkan. Juga bukan kah terlalu banyak karunia yang sudah diberikan kepada kita tanpa pernah Tuhan menghitung-hitungnya. Apakah kita pernah membayangkan berapa mahal kita harus membeli seandainya dijual setiap cc oksigen yang kita hisap, atau berapa mahal yang harus dibayar untuk setiap ml air yang keluar dari sumber mata air.

Setiap detik waktu adalah sesuatu yang sangat berharga sekali. Kita memang belum menyadarinya sekarang tetapi percayalah bahwa satu kebaikan akan sangat berharga nanti. Jadi selagi ada waktu dan kesempatan berbuatlah untuk bekal kita nanti. Hidup didunia ini ibarat seorang pengembara yang singgah sejenak dibawah sebuah pohon untuk beristirahat dan melepas lelah. Berapa sih waktu istirahat misal kita minum kopi diwarung, tidak lama. Karenanya mari kita manfaatkan waktu kita sebaik mungkin untuk sesuatu yang berguna bukan hanya buat dunia kita tetapi juga buat akhirat kita dan itulah tujuan hidup yang sesungguhnya.